SERGIO LOZANO : “SI BANTENG”, PEMAIN FUTSAL YANG MENGALAHKAN LAWAN DENGAN KECEPATAN & TENAGA LUAR BIASA

0 komentar

Sergio Lozano Martinez adalah seorang pemain futsal yang berasal dari kota Madrid. Pemain kelahiran 9 November 1988 ini berposisi sebagai “ala” atau pemain sayap dalam futsal.
Sergio Lozano memulai karirnya dari klub ERS Arganda, dan sejak itu dia selalu dipantau oleh klub-klub besar. Pemain Spanyol ini mulai menarik perhatian saat ia bergabung dengan Las Rozas Boadilla. Berkat performa yang memukau, ia pun bergabung dengan Reale Cartagena, salah satu klub di Liga Futsal Spanyol (LNFS).
Tak lama setelah itu, pada tahun 2010 FC Barcelona menawarkan kontrak berdurasi 4 tahun. Pada musim pertama bersama Barca, ia dipinjamkan ke Caja Segovia. Bersama Reale Cartagena, dia menjadi pemimpin di dalam tim, dan idola para fans. Ia mencetak 15 gol dalam 24 pertandingan pada musim pertamanya, dan meningkat menjadi 26 gol dalam 29 pertandingan pada musim berikutnya. Tidak selesai sampai disitu, Sergio Lozano membawa klub ini sampai ke final Playoff LNFS. Pada laga final tersebut, Caja Segovia harus mengakui keunggulan FC Barcelona, dan akhirnya kalah 3-2 dari total 5 pertandingan. Namun kemampuan Sergio Lozano tidak perlu diragukan lagi. Ia telah tumbuh menjadi pemain yang matang. Performanya yang luar biasa membuat Sergio Lozano dipanggil ke Tim Nasional Spanyol dan ia berhasil memenangkan Piala Eropa U21.
Sergio Lozano terkenal akan lari yang cepat, tendangan yang keras dan kekuatan badan yang luar biasa menjadi andalannya untuk melewati musuh dan mencetak gol. Karena keunggulannya tersebut, ia disebut-sebut sebagai “El Bufalo” atau “Si Banteng”. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai Cristiano Ronaldo versi Futsal.
Kembali ke FC Barcelona, Sergio Lozano sudah siap memenuhi potensinya. Ia menjadi pemain tim nasional Spanyol dan menjadi juara Futsal Euro 2012, dan menjadi juara LNFS serta UEFA Futsal Cup (semacam Liga Champions versi Futsal) di tahun 2012 dan 2014. Di usianya yang masih prima, masih banyak gelar yang dapat kita tunggu dari Sergio Lozano di level klub dan internasional.
Sumber : http://futbro.my.id/

RICARDINHO : PEMAIN FUTSAL ASAL PORTUGAL YANG DIJULUKI “SANG PESULAP”

0 komentar

Siapa yang tidak kenal dengan Ricardo Filipe da Silva Braga atau yang lebih dikenal dengan nama Ricardinho. Pemain futsal asal Portugal yang memiliki julukan O magico (Sang Pesulap) lapangan futsal karena tekniknya yang luar biasa.
Pemain kelahiran Porto, Portugal pada 3 September 1985 ini dikenal dengan kaki kirinya yang mampu menciptakan gol-gol yang spektakuler, umpan-umpan yang menawan, dan juga teknik driblingnya yang tidak pernah bisa dibayangkan sebelumnya.
Ricardinho yang hanya memiliki tinggi badan 164 cm ini menjadi salah satu pemain kunci Portugal untuk bersaing di level Eropa dan Dunia. Berbagai gelar juara juga telah ia raih di level klub bersama Benfica, Nagoya Oceans, CSKA Moskwa, juga Inter Movistar. Ia pun memiliki beberapa gelar individual, seperti pemain terbaik dunia tahun 2010, dan pada Januari 2015 ini, Ricardinho baru saja dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam sejarah futsal Portugal.
Pemain yang kini bermain di Inter Movistar selalu memegang teguh lima kunci kesuksesannya, yaitu berpikir dengan cepat, fisik yang prima, umpan yang akurat, bertahan dan menyerang yang seimbang, dan kepekaan akan taktik. Kelima kunci sukses itulah yang membawanya sukses seperti sekarang ini.
Pemain Futsal asal Brazil, Falcao disebut-sebut sebagai idola dan role model dari Ricardinho, bahkan ia sampai memiliki tato nama Falcao di kaki kirinya. Dan sekarang, Ricardinho disebut-sebut sebagai penerus Falcao sebagai bintang futsal masa kini, bahkan kemampuannya membuat dirinya sering disebut sebagai Lionel Messi-nya futsal. Apapun pujian yang datang kepadanya, pastinya ia akan terus memberikan yang terbaik bagi klub dan negaranya.
Sumber : http://futbro.my.id/

LAST MAN / DEFENDER / CIERRE : PEMAIN BERTAHAN SEKALIGUS JENDRAL LAPANGAN DALAM PERMAINAN FUTSAL

0 komentar

Solid, bisa diandalkan, konsisten. Last Man adalah pemain yang berada di paling belakang garis pertahanan dan pondasi dari pertahanan, bahkan serangan sebuah tim. Hampir semua tim futsal dan sepakbola yang baik memiliki seorang pemain yang ahli dalam posisi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan tentang posisi last man, serta bagaimana tim anda dapat berkembang dengan memanfaatkan keberadaan pemain ini.
Sumber : 5-a-side

Apa sih Pemain Last Man?

Pemain last man adalah pemain yang memiliki tanggung jawab paling besar untuk menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum kiper, dan mengatur pertahanan serta serangan dari lini belakang. Selain itu, pemain ini harus dapat memotong serangan balik musuh dan mengembalikan penguasaan bola bagi timnya. Karena posisi nya yang berada di paling belakang, dan seringkali menjadi orang terakhir yang harus dilewati sebelum pemain lawan dapat melakukan tembakan ke gawang, maka pemain ini disebut “last man”.
Tim-tim futsal sering mengatakan bahwa mereka ingin bermain “total football”, dengan pemain yang terus melakukan rotasi di seluruh lini. Namun seringkali jika tidak ada pemain yang memiliki keahlian dan tanggung jawab berlebih dalam salah satu bidang (pertahanan ataupun serangan), justru tim-tim ini akan mengalami kesulitan. Formasi memang akan selalu fleksibel, dan posisi pemain akan selalu berotasi, namun harus selalu ada pemain yang memiliki keahlian lebih, terutama di sisi pertahanan yang dapat menyelesaikan tugas, dan dapat menjadi “pembersih” atas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kesalahan penyerang.

Kemampuan Kunci dari Pemain Last Man

Walaupun seringkali dipilih hanya karena mengucapkan “Kalian tenang saja, saya akan jaga di belakang”, pemain ini harus memiliki beberapa kemampuan kunci yang dapat membantu mereka melakukan tugasnya dengan baik:
  • Disiplin – Pemain ini harus menjaga posisinya supaya tidak terpancing ke depan, apalagi jika hanya disebabkan oleh kebosanan atau sifat “sok pahlawan”.
  • Kepemimpinan & Komunikasi – Pemain ini harus dapat memimpin dan memberikan instruksi yang jelas bagi pemain lainnya untuk dapat bertahan dan menyerang dengan baik.
  • Membaca Permainan  – Last Man adalah pemain terakhir di lini pertahanan, yang artinya dia memiliki sudut pandang yang paling luas dan berada di posisi yang paling baik untuk menentukan bagaimana timnya harus bertahan dan menyerang.
  • Konsistensi dan Pengambilan Keputusan  Last man yang baik tahu kapan harus memotong bola / melakukan intercept, kapan harus bertahan pada posisinya, kapan harus mengejar seorang pemain lawan, kapan harus membawa bola ke depan, kapan harus melakukan operan simple atau terobosan, kapan ia dapat melakukan shooting dan mencetak gol.
Peran pemain bertahan ini sangatlah penting, karena jika anda memilih pemain yang “kurang mampu” di posisi ini, anda hampir dipastikan akan kalah dan menjadi bulan-bulanan lawan anda.

Tanggung jawab dari Last Man

Sebuah tim dapat berjaya maupun menjadi bulan-bulanan, tergantung dari performa last man. Memang seorang kiper juga memegang posisi penting dalam pertahanan, namun pemain Last Man-lah yang berada di lapangan dan siap menghalau serangan lawan sebelum terjadi kesempatan mencetak gol. 3 tanggung jawab terbesar pemain Last Man ditunjukkan dalam diagram di bawah:
Defensive responsibilities of the Last Man

1. Menjaga ketat pemain terdepan / pivot lawan

Tanggung jawab utama dari seorang pemain Last Man adalah mematikan pemain pivot lawan (pemain Z pada diagram di atas). Jika bola dioperkan dari pemain X kepada pemain Z, maka pemain A (Last Man) harus siap untuk memotong aliran bola dan mengembalikan possession untuk timnya.
Tentu saja untuk melakukan intercept, Last Man tidak boleh ceroboh, karena jika salah timing, maka pemain lawan tinggal berhadapan 1 lawan 1 dengan penjaga gawang. Jika pemain Last Man tidak yakin dapat mengambil bola dari si penyerang, lebih baik Last Man mengambil posisi bertahan, dan bersiap untuk menghadang apabila pivot / penyerang lawan berputar dan menyerang ke arah gawang.
Apabila pemain Last Man berhasil memberikan tekanan kepada pivot / penyerang lawan sebelum mereka berbalik arah, maka sang Last Man dapat dikatakan telah melakukan tugasnya dengan baik. Apabila pivot / penyerang lawan sudah berhasil berbalik arah, maka pemain Last Man harus menghadang dan menutup ruang tembak mereka. Dosa terbesar dalam situasi ini, adalah apabila Last Man mencoba untuk merebut bola dari pemain lawan dan gagal : biasanya hal ini akan membuahkan gol, karena pivot berada dalam situasi 1 on 1 dengan kiper.
Namun, pemain Last Man yang baik akan sabar, dan mengambil jarak yang tepat untuk menutup ruang tembak dan mencegah supaya pemain lawan tidak dapat melewatinya.

2. Mengatur rekan-rekannya dalam melakukan marking

Sebagai pemain yang berada di paling belakang, Last Man memiliki sudut pandang terluas, dan dapat memberikan instruksi supaya rekan-rekannya dapat bertahan dengan baik.
Pada diagram di atas, pemain X sedang memegang bola. Apabila ia bergerak maju, pemain C bisa saja terpancing untuk melakukan pressing. Hal ini dapat menyebabkan pemain Y memiliki ruang yang sangat luas di sisi kiri lapangan, dan apabila lawan berhasil mengalirkan bola kepada pemain Y, maka terciptalah peluang untuk mencetak gol. Pemain C mungkin tidak dapat melihat pemain Y di belakang mereka, namun Last Man dapat memperingatkan pemain C akan ancaman yang ada.
Cukup berikan instruksi yang singkat dan jelas seperti “C, jaga pemain di kiri belakang anda”. Maka pemain C akan menjaga posisinya, dan pemain B (seharusnya) akan melakukan pressing pada pemain Y. Tidak perlu pakai emosi / amarah.
Apabila Last Man dapat melakukan komunikasi dan memberikan instruksi dengan baik, maka sebuah tim akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan.

 3. Mengisi ruang di belakang dirinya dan rekan terdekat

Last man tidak hanya berfokus pada pivot / penyerang yang ia jaga, namun ia harus selalu waspada apabila ada bola yang berhasil dimainkan melewati rekan-rekannya (dalam hal ini biasanya pemain sayap / flank), untuk melakukan intercept dan mengambil kembali penguasaan bola. Pada diagram di atas, apabila pemain X mengoper bola ke belakang pemain B atau C, maka pemain Last Man A harus melakukan intercept dan mengambil penguasaan bola, TERUTAMA apabila bola dioperkan ke area yang berwarna kuning emas (di belakang posisi last man).

Apakah Last Man  harus selalu berada di Belakang untuk Bertahan?

TIDAK. Pemain Last Man terbaik selalu tahu kapan saatnya ia dapat memanfaatkan ruang yang ada, untuk membawa bola ke depan. Apabila Last Man tidak bisa melakukan hal tersebut, maka taktik timnya akan terbaca oleh lawan. Mereka dapat menjadi poros penyerangan tim, untuk mempertahankan penguasaan bola, dan menjadi pusat distribusi bola. Bahkan, di saat yang tepat, Last Man dapat melakukan tembakan untuk menciptakan gol. (1 lagi kemampuan kunci last man : long shot / tembakan jarak jauh).
Lawan biasanya tidak waspada akan ancaman yang dibuat oleh Last Man, jadi sesekali lakukanlah dribble, dan tembakan jarak jauh untuk menciptakan peluang bagi rekan anda, atau anda sendiri.

Last Man Membutuhkan Dukungan dari Rekan-Rekannya

Tidak jarang sebuah tim menjadi kacau apabila pemain bertahan mereka bergerak ke depan untuk menyerang dan tidak ada penyerang mereka yang mundur untuk memberikan support dalam pertahanan. Akhirnya saat serangan berhasil dipatahkan, penyerang musuh tinggal berhadapan langsung dengan kiper. Hal ini sangat penting untuk diingat pemain-pemain menyerang : saat Last Man bergerak maju, harus ada yang mundur ke belakang menggantikan posisi Last Man, walaupun hanya sementara. Apabila tidak ada rekan anda yang bergerak mundur, AMBIL INISIATIF. Apabila serangan sudah membuahkan gol ataupun dipatahkan lawan, pemain bertahan anda akan segera mengambil alih posisinya sebagai Last Man.
Selain itu, saat Last Man memiliki tanggung jawab untuk memberikan instruksi dan rekan-rekannya harus mendengarkan. Namun, apabila dibutuhkan, rekan setim juga harus memberikan instruksi satu sama lain, jangan bergantung pada Last Man, terutama apabila Last Man harus menghadapi Pivot lawan yang tangguh, sang Last Man harus berkonsentrasi penuh.

Alternatif dari Last Man

Beberapa tim memilih untuk tidak menggunakan Last Man (1 pemain utama dalam bertahan), namun memilih untuk memakai 2-3 pemain bertahan, dan menyerang balik saat lawan sudah lengah. Sebenarnya taktik ini juga bagus, namun, biasanya harus tetap ada semacam pemimpin dari lini pertahanan, supaya tidak terjadi kekacauan dalam bertahan dan menyerang. Paling tidak, dengan penggunaan pemain Last Man, ada seorang pemain yang bertanggung jawab penuh atas pertahanan, dapat mengatur yang lainnya, dan dapat memberikan ketenangan pada rekan-rekannya saat menyerang, serta menjadi sumber gol di saat yang tak terduga.
Sumber : http://futbro.my.id/2015/07/16/last-man-defender-cierre-pemain-bertahan-sekaligus-jendral-lapangan-dalam-permainan-futsal/

TIPS : POSISI APA YANG COCOK UNTUK SAYA? PANDUAN POSISI PEMAIN DI OLAHRAGA FUTSAL

0 komentar

Seringkali pertanyaan berikut diutarakan oleh pemain futsal, terutama yang masih pemula. “Apa posisi terbaik saya?”. Memang, setiap pemain pemula harus mempelajari posisi tertentu untuk dapat memainkan perannya dengan baik i lapangan. Bahkan jika anda adalah pemain futsal berpengalaman, anda tetap butuh waktu untuk menguasai cara bermain di posisi tertentu untuk dapat saling menyesuaikan dengan rekan satu tim. Proses tersebut dapat menjadi lebih cepat apabila anda mengerti kebutuhan dasar dari setiap posisi pemain, dan yang mana yang cocok dengan kelebihan atau kekurangan anda.
Sumber : 5-a-side.com

Apa saja posisi pemain di olahraga futsal?

Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :
  1. Pivot / Target / Top Man / Striker (specialist)
  2. Midfielders / Wingers / Ala / Utility Players / Flank
  3. Last Man / Fixo / Stopper / Cierre (specialist)
  4. Attackers
  5. Defenders
Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat menggambarkan masing-masing posisi tersebut.
Pertama-tama, kita akan membahas formasi diamond / ketupat / 1-2-1:Positions in a 5-a-side diamond formation
1-2-1 adalah salah satu formasi yang paling sering digunakan dalam permainan futsal. Posisi ini menggunakan pivot / target man dan defender / last man, sehingga paling tidak, selalu ada pemain di depan atau belakang sebagai poros operan bola. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing posisi:

1) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.
Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.
Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.
Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:
  • Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.

2) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.
Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:
  • Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.
Kami akan menulis tips untuk pemain tengah dalam artikel selanjutnya, karena posisi ini adalah salah satu yang paling sulit untuk dimainkan.

3) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.
Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.
Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:
  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.
Selain ketiga posisi di atas, ada juga posisi lainnya yang lebih general. Pada formasi 2-2, setiap pemain harus memiliki kemampuan teknis dan taktis yang seimbang. Tim futsal yang mengadopsi pemain ini harus memiliki 4 orang pemain yang dapat bermain seperti gelandang / pemain tengah, dapat menyerang dan bertahan saat dibutuhkan.
5-a-side square formation positions
Untuk formasi 2-2, para pemain sebenarnya melakukan tugas yang mirip dengan penjelasan di atas, namun disini 2 pemain lebih bermental menyerang dan 2 pemain lainnya lebih bermental bertahan, dan mereka harus mengisi kekurangan pemain tengah dengan cara melakukan tugas dan peran silih berganti satu sama lain, atau permainan akan sulit berkembang.

4) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.
Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:
  • Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • Dribbling untuk melewati pemain lawan

5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.
Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:
  • Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.
Kurang lebih, penjelasan di atas sudah mencakup semua posisi pemain yang umumnya terdapat pada olahraga futsal. Di bawah adalah salah satu contoh lain penggunaan pemain-pemain di atas dalam formasi yang berbeda:
5-a-side formations and positions examples

Posisi Apa yang Cocok untuk Saya?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.
Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Sepertinya Saya Memainkan Posisi yang Berbeda dalam Tim Futsal Saya?

Penjelasan di atas hanyalah panduan awal untuk posisi pemain dalam olahraga futsal, namun variasi taktik dalam tim sangat luas dan tidak menutup kemungkinan adanya posisi-posisi baru. Secara praktek, setiap pemain dan tim futsal itu unik dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Hal ini akan menyebabkan pemain melakukan adaptasi dengan posisi, taktik tim, serta kemampuan setiap individu di dalam timnya, sehingga terbentuk posisi-posisi baru di dalam olahraga futsal.
Sumber : http://futbro.my.id/2015/07/23/tips-posisi-apa-yang-cocok-untuk-saya-panduan-posisi-pemain-di-olahraga-futsal/

Inilah 4 Tips Cara Mengumpan yang Mantap

0 komentar





Siapa yang tidak kenal dengan Alessandro Rosa Vieira atau yang lebih dikenal dengan panggilan Falcao. Legenda futsal asal Brazil yang telah menjuarai Piala Dunia Futsal sebanyak 2 kali pada 2008 dan 2012 lalu.
Berikut adalah tips Falcao seputar futsal yang dapat meningkatkan kemampuan futsal Anda dan rekan-rekan Anda dalam bermain futsal.
Kali ini akan dibahas mengenai cara mengumpan bola yang baik saat bermain futsal.
  1. Ada dua faktor utama yang harus ada dalam setiap Anda memberikan umpan saat bermain futsal, yaitu kecepatan dan kekuatan umpan.
  2. Sebelum Anda menerima umpan, lihat sekeliling Anda untuk melihat rekan dan juga lawan Anda, termasuk ruang kosong yang ada sehingga ketika Anda menerima bola Anda sudah tahu harus berbuat apa. Hal ini dapat meningkatkan pergerakan Anda dan kecepatan Anda saat melepaskan umpan.
  3. Pastikan Anda melepaskan umpan dengan sangat kuat agar pemain bertahan lawan tidak dapat merebut umpan Anda.
  4. Ketepatan juga diperlukan dan ini membutuhkan latihan yang terus menerus agar umpan yang Anda lepaskan sangat kuat dan juga akurat, termasuk kecepatan Anda saat melepaskan umpan.
Semoga tips ini dapat berguna untuk meningkatkan kemampuan Anda memberikan umpan ke rekan Anda saat bermain futsal. 
Sumber : http://www.bolalob.com/