Sejarah Singkat Futsal Di Dunia

0 komentar

Sebelum saya memberikan informasi mengenai sejarah futsal di dunia, ada baiknya kita mengetahui pengertian olahraga futsal ini. Menurut WikipediaFutsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.


Kata Futsal, yang juga merupakan istilah internasional ini, berasal dari bahasa Spanyol atau Portugis, yaitu Futbol (sepak bola) dan Sala (ruangan), jika digabungkan artinya menjadi "Sepak Bola dalam Ruangan". Menurut FIFA, asal Mula Futsal ini mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama Futsal ini diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepak bola asal Argentina. 

Sebenarnya Ceriani tidak sengaja untuk menciptakan olah raga futsal ini. Ceriani mendapat ide pada saat tim sepak bolanya ingin mengadakan latihan di lapangan sepakbola tetapi cuaca hujan tidak mendukung untuk mengadakan latihan tersebut. Ceriani mengambil inisiatif untuk memindahkan latihan sepak bolanya di dalam sebuah ruangan. 

Walaupun sering mengadakan latihan yang berada di dalam ruangan, namun Ceriani mendapatkan hasil yang memuaskan dari hasil latihan tersebut. Dengan hasil yang memuaskan itu, Ceriani mempunyai suatu gagasan untuk menciptakan olahraga di dalam ruangan dengan jumlah pemain yang relatif lebih sedikit yaitu lima orang pemain dan menggunakan lapangan yang lebih sempit. 

Dengan jumlah pemain yang sedikit dan ditambah lapangan yang sempit, dibutuhkan teknik dan keterampilan khusus untuk memainkan olahraga dalam ruangan ini. Terutama teknik membawa bola, menahan bola dan kerjasama tim. Tidak heran bila pemain futsal secara teknis lebih baik dibandingkan dengan pesepak bola konvensional. 

Dengan melihat lebih baik dan lebih efektifnya olah raga futsal tersebut, olah raga ruangan ini berkembang sangat pesat terutama di Negara-negara yang berada di kawasan Amerika Selatan, terutama di Brasil. Teknik dan keterampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. 

Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association (FIFA) di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania. Namun, Sejarah Futsal versi FIFA ini tidak bisa diterima begitu saja, ada beberapa negara yang mengklaim bahwa Futsal berasal dari negara mereka masing-masing Yaitu Negara Kanada dan Brasil.

Futsal akhirnya berkembang sangat pesat di Brazil, kemudian pada tahun 1936 dibuatlah kesepakatan dan penetapan aturan main futsal. Pada masa itu, Peraturan Futsal juga tidak banyak bedanya dengan peraturan futsal saat ini. Dengan adanya peraturan ini, futsal semakin berkembang dan digemari di Amerika Latin, bahkan ke seluruh dunia. 

Di Eropa, tepatnya di Italia, futsal telah mulai dikenal pada tahun 1950an. Futsal di Italiadiperkenalkan oleh pemain-pemain sepak bola impor dari Amerika latin yang bermain di Seri A (Liga Italia). Di saat tidak ada pertandingan sepakbola, pemain-pemain itu bermain futsal. Dan futsal semakin dikenal dan digemari di Italia. 

Beda halnya dengan futsal di Inggris. Di Inggris pemain-pemain sepak bola sering melakukan latih tanding enam lawan enam di lapangan rumput dengan prinsip yang hampir sama dengan futsal. Futsal juga terkenal di Inggris, hingga suatu saat diselenggarakan turnamen futsal yang disponsori oleh London Express, salah satu harian terkemuka di London. Sedangkan di futsal di Spanyol, perkembangan futsal jauh lebih cepat. Hal ini bisa terjadi karena budaya dan gaya bermain bola di Spanyol sangat mirip dengan budaya Amerika Latin.

Pada tahun 1965 kompetisi internasional Futsal digelar untuk pertama kalinya, dengan Paraguaymenjadi juara pertama kalinya. Lalu pada tahun-tahun berikutnya hingga tahun 1979 Brazil merajai kompetisi olah raga ini. Brazil juga memenangi piala Pan Amerika untuk kali pertama di tahun 1980 dan 1984.

Di tahun 1974, kemudian diadakan pertemuan perwakilan futsal dari berbagai negara. Pertemuan di Sao Paulo itu menggagas dibentuknya FIFUSA (The Federacao Internationale de Futebol de Salao / Federasi Futsal AS) sebagai organisasi resmi yang membawahi futsal. FIFUSA saat itu menunjuk Joao Havelange sebagai ketua umum. Setelah hadirnya FIFUSA ini, futsal semakin cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Kejuaraan dunia futsal pertama diselenggarakan oleh FIFUSA pada 1982 di Sao Paulo Brazil. Pada even edisi perdana kejuaraan dunia ini, Brazil keluar sebagai juaranya. Tiga tahun berikutnya, even yang sama digelar di negara Spanyol. Ini adalah kali pertama kejuaraan tiga tahunan ini dihelat di benua Eropa, dan Brazil kembali keluar sebagai juara dunia. Dan pada 1988, akhirnya Brazil mampu dikalahkan oleh Paraguay di Australia.

Setelah beberapa tahun, Futsal semakin terorganisir dengan baik, dan FIFA pun semakin tertarik. Karena bagaimanapun juga futsal turut memajukan industri sepakbola internasional. Pada 1989,FIFA secara resmi memasukkan futsal sebagai salah satu bagian dari sepakbola, dan FIFA juga mengambil alih penyelenggaraan kejuaraan dunia futsal. Piala dunia futsal edisi FIFA yang pertama digelar di Belanda pada 1989, bertepatan dengan ulang tahun Federasi Sepakbola Belanda yang ke - 100.

Stoke City

0 komentar

Stoke City adalah klub tertua yang berlaga di Liga Primer saat ini. Jika ukurannya dunia, Stoke adalah klub tertua kedua setelah Notts County. Stoke merupakan salah satu klub inggris yang tersukses. Stoke city memiliki prestasi yang sangat banyak. Begitu juga dengan fans, Stoke city memiliki fans lebih dari separuh dari kota Stoke.

Awal Berdiri Stoke City

Stoke didirikan pada 1863 dengan nama Stoke Ramblers, ketika siswa Charterhouse School membentuk sebuah klub sepakbola. Pertandingan pertama klub yang tercatat sejarah adalah pada Oktober 1868 saat menghadapi EM May XV di lapangan Victoria Cricket Club. Sepuluh tahun berselang, Stoke Ramblers melakukan merger dengan Stoke Victoria Cricket Club dan lahirlah Stoke Football Club. Mereka lalu pindah ke stadion yang kelak dikenal dengan Victoria Ground.

Era Kejayaan Stoke City

Periode 1930-an merupakan tahun-tahun paling dikenang dalam sejarah Stoke. Saat itu, klub diperkuat pemain legendaris Inggris, Stanley Matthews. Musim 1932/33, Stoke meraih tiket promosi ke Divisi Satu dan mulai menjadi salah satu klub top masa itu. Februari 1937, Stoke mencatat rekor kemenangan terbesar, 10-3, atas West Bromwich Albion. April tahun yang sama, Stoke mencatat rekor jumlah penonton, 51.373 orang, saat menjamu Arsenal. Sayangnya, Perang Dunia II memaksa liga berhenti selama enam tahun. Ketika Perang Dunia II usai, persis pada musim 1946/47, Matthews pindah ke Blackpool dalam usia 32 tahun.

Era Keterpurukan Stoke City

Pada periode 1970-an, Stoke tampil baik pada turnamen piala. Pada final Piala Liga 1971/72, di depan 97.852 penonton yang memadati stadion Wembley, Stoke menaklukkan tim yang lebih difavoritkan, Chelsea, 2-1. Stoke juga tercatat mampu menembus semi-final Piala FA pada 1970/71 dan 1971/72. Namun, klub terjebak masalah finansial ketika atap stadion di tribun The Butler runtuh akibat badai. Untuk menutupi biaya reparasi, Stoke terpaksa menjual tiga pemain bintangnya saat itu. Akibatnya, Stoke terdegradasi ke Divisi Dua musim 1976/77.

Stoke City Era 1997-Sekarang

Pada 1997/98, Stoke mulai menggunakan kandang baru, stadion Britannia, setelah 119 tahun menghuni Victoria Ground. Awal 2000-an, saham kepemilikan klub dibeli sebuah konsorsium asal Islandia. Pelan-pelan, Stoke pun mampu mendaki kasta demi kasta kompetisi sepakbola Inggris. Musim 2001/02, Stoke berhasil melangkah ke Championship dan mereka harus berjibaku selama enam musim selanjutnya untuk mewujudkan mimpi berlaga di Liga Primer. Saat tampil kembali di Liga Primer musim lalu, banyak pengamat meragukan Stoke mampu mempertahankan status top tier. Seperti yang diketahui sejarah, Stoke mampu membalikkannya dan terus bertahan di kancah tertinggi persepakbolaan Inggris.

Bermain Menjadi Kiper Futsal

14 komentar

Kiper merupakan posisi yang penting dalam permainan futsal. Dia bertugas sebagai pertahanan terakhir sebuah tim. Bila pemain bertahan gagal dalam mempertahankan daerah pertahanan, disini dibutuhkan kiper yang memiliki kemampuan yang baik dalam mencegah gol ke dalam gawang 

Banyak sekali artikel yang membahas bagaimana bermain menjadi seorang kiper futsal. Dalam artikel ini akan membahas hal-hal dasar dan lanjutan yang harus dikuasai seorang kiper futsal yang saya kutip dari wikihow.com

1. Memakai Pelindung. sebagai kiper futsal sangat disarankan untuk memakai pelindung tubuh, karena anda akan sangat sering bergesekan serta menjatuhkan diri ke lantai lapangan yang cukup keras. pelindung lutut, pelindung siku tangan, dan celana panjang akan mengurangi risiko akan cedera saat bermain sehingga anda dapat bermain dengan kemampuan terbaik. Anda harus terbiasa menggunakan pelindung sampai anda merasa nyaman, pada awalnya memakai pelindung justru agak menggangu.

2. Strategi. Ketika bermain sebagai kiper futsal Anda harus mampu melindungi gawang yang memiliki tinggi 2 m dan lebar 3 m. Dalam posisi menjaga gawang, Anda harus selalu waspada seberapa besar posisi tersebut mengcover gawang anda.

3.Taktik. taktik yang perlu anda kuasai adalah menghadang bola. Ada dua cara menghadang agar dapat memblokir tembakan lawan

Cara yang pertama, saat situasi penyerang lawan mendapat umpan yang menuju gawang, anda dapat mengejutkan penyerang dengan berlari menuju bola untuk ditahan atau ditendang. dengan begitu akan memaksa penyerang untuk menembak bola dalam posisi terjepit atau bahkan penyerang tidak sempat menembak bola.

Cara kedua, pada saat penyerang lawan mendapat bola dan  berhadapan satu lawan satu dengan Anda. Dalam situasi ini, sebaiknya anda menjaga jangan sampai bola yang ditembak melewati sela-sela kaki. Usahakan memblok bola dengan menggunakan kaki bila lawan menembak datar sehingga anda tetap dapat memblok atau menangkap bola apabila lawan mencoba melambungkan bola di atas kepala.

4. Penalti. Jika anda menghadapi penalti, situasi ini cukup riskan untuk menahan bola karena titik pinalti dalam futsal jaraknya cukup dekat. Posisikan badan anda dengan baik dengan gawang, ini merupakan taktik terbaik untuk seorang kiper. Bila tendangan pinalti dilakukan dan Anda dapat menjangkau sisi sisi gawang, tetaplah diposisi tengah kecuali anda dapat membaca arah bola ke kanan atau ke kiri gawang. Kebanyakan penendang pinalti berusaha menendang dengan sekuat-kuatnya tanpa akurasi yang baik.

5. Tendangan bebas. Tendangan bebas dapat terjadi bila ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain. Yang cukup berbahaya adalah tendangan bebas yang posisinya dekat area pinalti. Untuk mengantisipasi, anda bisa membuat pagar hidup 2 orang untuk menutup ruang tembak. Sedangkan pemain lain dapat menjaga pemain lawan yang berdiri bebas serta menjaga bolarebound.

6. Tendangan sudut. Bila terjadi tendangan sudut. Sebaiknya kiper berdiri ditiang gawang dimana tendangan sudut dilakukan atau dalam situasi tersebut, tiang bagian depan. Posisikan badan agak berjongkok untuk mengantisipasi bola datar yang datang. Bisa juga membuat satu pagar hidup dekat tendangan sudut untuk melindungi gawang.
Instruksikan kepada pemain lain untuk menjaga pemain lawan, karena pada saat tendangan sudut, pandangan kiper fokus ke bola yang akan di tendang. Sulit untuk melihat posisi pemain lawan lain yang bergerak bebas.

7. Strategi lain. 
Anda memungkinkan untuk keluar dari gawang atau area pinalti untuk mengambil tendangan ke dalam yang berdekatan dengan posisi gawang serta juga harus memperhatikan posisi lawan saat melakukannya. Selain itu Anda dapat melakukan tembakan dari tengah lapangan pada saat tim menyerang dan semua pemain lawan di daerah pertahanan sendiri. Resiko strategi ini akan berbahaya apabila lawan dapat memotong atau merebut bola lalu menembak ke gawang anda pada situasi-situasi diatas.

Tips Bek Futsal

0 komentar

Posisi bek dalam permainan futsal maupun sepakbola sangat vital keberadaannya, karena bek merupakan benteng terhadap serangan lawan sebelum lawan berhadapan dengan penjaga gawang. Bek menjadi pemain yang paling diandalkan oleh penjaga gawang dalam menghalau serangan, agar gawang tidak kebobolan.
Sebenarnya dalam futsal nyaris tak ada posisi, namun ada beberapa tips yang bisa terapkan untuk meningkatkan kemampuan bertahan, alias menjadi bek yang tangguh dan handal.
Siap menempuh jarak ekstra sampai situasi one-on-one
Menjadi bek futsal membutuhkan kesediaan untuk menempuh jarak ekstra, siap untuk banyak berlari. Memberi pressing, membayangi striker, sampai ikut maju membantu serangan. Saat futsalover telah siap banyak berlari, mengorbankan sebagian besar stamina untuk mengamankan pertahanan, maka itulah yang namanya determinasi yang akan membedakan futsalover dari defender lainnya.
Memilih menjadi bek, berarti sebagian besar waktu futsalover yaitu berada di daerah pertahanan sendiri. Akan banyak situasi one-on-one yang terjadi karena counter-attackdan futsalover harus siap menghadapinya. Futsalover bisa meniru bek profesional, mereka biasa menghadapi situasi ini dengan posisi menyamping. Satu kaki di depan, satu kaki di belakang dengan tumit sedikit menjinjit untuk kemudahan mengikuti pergerakan lawan. Namun ingat, jangan terjebak melihat bola dan pergerakan kaki lawan, fokuslah pada pergerakan pinggul karena gerakan pinggul condong mengarah kepada kemungkinan lawan melakukan manuver.
Mengambil keputusan dengan tenang
Jangan terburu-buru melakukan tackling, sebisa mungkin paksa lawan mengoper saat mereka tidak bisa melewati futsalover. Ingat, tackling dalam futsal hanya sebatas menjulurkan kaki saja, tidak boleh sliding. Cukup bayangi lawan dalam situasi one-on-one, yakni dengan berusaha mengikuti langkahnya saja, lakukan dengan tenang. Jika futsalover tidak tenang dan terlalu cepat menjulurkan kaki untuk merebut bola, maka dengan mudah dribbler lincah akan melewati futsalover.
Biasakan menoleh ke kiri dan kanan dengan cepat untuk mendapat gambaran sekilas situasi di sekitar futsalover setiap saat. Lakukan ini sampai menjadi kebiasaan yang melekat, karena bukan hanya untuk mengetahui posisi lawan saja, tapi juga posisi kawan untuk dioper setelah berhasil merebut bola.
Bantu menyerang, cukup maju setengah lapangan
Jangan meninggalkan daerah pertahanan melampaui garis setengah lapangan. Bersiaplah di sana bila kawan perlu melakukan back pass, dan kemungkinan yang terburuk untuk menghadapi serangan balik. Jangan buru-buru tackle, cukup bayang-bayangi lawan, jika situasinya 2 lawan  1, arahkan pemain yang membawa bola keluar dari ruang tembak dengan cara memaksanya bermain melebar ke pinggir, dan saat ia mengumpankannya kepada kawan yang lain. Saat itu juga berikan pressing kepada penerima bola. Lakukan semua itu untuk menunda serangan selama mungkin sampaiback up dari rekan datang untuk membantu pertahanan.

Prinsip-prinsip bertahan:  

- Selalu mencoba untuk menggiring lawan kita ke sisi lapangan untuk mempersempit ruang gerak lawan.

- Berdiri dengan kuda-kuda yang kuat dan antisipasi gerakan lawan, jangan memberi kesempatan untuk dilewati lawan.


- Memberi dukungan dari belakang (back-up) kepada rekan kita yang sedang menghadapi lawan, terutama apabila lawan sudah memasuki area pertahanan kita.


- Perhatikan kaki terlemah lawan, paksakan agar lawan menggiring bola dengan kaki lemahnya.


- Melakukan gerakan yang tak terduga atau tiba-tiba untuk mencuri bola yang sedang dikuasai lawan.


- Jangan mencoba untuk merebut bola yang sedang dikuasai lawan terutama terhadap lawan yang mempunnyai skill individu yang baik, karena kesempatan untuk mendapatkannya hanya 50%.


- Antisipasi pada saat lawan melakukan passing agar kita bisa memotong aliran bola.


- Pada saat lawan di sudut lapangan kita dengan punggung ke arah penjaga gawang, lakukan lock / pressing dengan 2 pemain.

- Pada saat lawan menggunakan 1 striker, berdirilah disamping striker lawan bukan dibelakangnya.

Kisah Perebutan Stasiun Kereta yang Menyulut Permusuhan Spurs-Arsenal

0 komentar

Kisah Perebutan Stasiun Kereta yang Menyulut Permusuhan Spurs-ArsenalFoto udara London Utara (ciwm.co.uk)
Orang "luar" mungkin terlanjur tahu bahwa Arsenal versus Tottenham Hotspur adalah derby London Utara. Buat orang Spurs, kaum The Gunners adalah pendatang dari tenggara, bukan asli utara.

*

Kepada teman yang berkunjung ke London dan menginap di rumah, bagi yang penggemar bola apalagi penggemar Tottenham atau Arsenal, saya paling suka mengajak mereka menelusuri tempat-tempat yang terkait dengan kedua klub ini. Bukan karena saya punya misi khusus, tetapi kebetulan saya tinggal di komplek perumahan di daerah Plumstead Common, London Tenggara, tempat Arsenal lebih seratus tahun lalu dilahirkan, dan untuk menunjukkan betapa sejarah dua klub ini erat bersinggung.

Saya akan membawa mereka ke komplek (bekas) pabrik pembuatan senjata di Woolwich Arsenal, yang sekarang berubah menjadi komplek perumahan mahal bernama Royal Arsenal. Komplek itu sekaligus menjadi tempat wisata lengkap dengan museum meriamnya dan pelabuhan di pinggir Sungai Thames yang sangat terkenal itu.

Seperti diketahui, adalah inisiatif pegawai dari pabrik senjata itu yang menjadi cikal bakal Arsenal yang sekarang. Dua kandang awal Arsenal, Manor Ground, sekarang berubah menjadi gudang industri, dan Invicta Ground, sekarang tak bersisa menjadi perumahan penduduk yang agak kumuh, berada tak jauh dari pintu masuk sebelah timur pabrik senjata itu.

Tidak semua teman pendukung Arsenal tertarik dengan kunjungan itu karena memang sulit untuk bisa merasakan greget pentingnya akar London Tenggara Arsenal kalau bukan orang lokal. Sementara teman pendukung Tottenham merasa, buat apa mengunjungi tempat lahir Arsenal.

Tak apa. Saya sangat bisa mengerti kedua sentimen itu, dan tak rugi-apa-apa. Toh untuk sekadar melewati dan menunjukkan tempat-tempat itu hanya makan waktu tak lebih dari 15 menit pakai mobil. Atau bisa dilakukan sambil lalu ketika berangkat ke pusat kota, yang harus dimulai dari stasiun kereta api atas tanah (atau dikenal dengan British Rail) Woolwich Arsenal, yang bersebelahan dengan tempat-tempat yang saya sebutkan tadi.

Biasanya, baru setelah kami menyeberang Sungai Thames dan berada di London Utara, mengunjungi baik Tottenham (White Hart Lane) ataupun Arsenal (Emirates) --keduanya hanya terpisahkan sejauh sekitar 5,5 kilometer--, saya bisa menjelaskan dengan mudah mengapa tempat kelahiran Arsenal di Plumstead itu menjadi penting.

Penggemar bola, begitupun juga media, sering melukiskan persaingan sengit Tottenham dan Arsenal dikarenakan mereka bertetangga, berebut wilayah. Ada benarnya tentu saja. Tetapi dengan memahami kelahiran Arsenal di Plumstead tahun 1886, ia memberi konteks persaingan Tottenham-Arsenal yang berbeda. Ada sebuah permusuhan yang lebih mendasar lagi, sebuah persoalan resentment (rasa penolakan yang sengit) oleh satu kelompok masyarakat terhadap kelompok lain yang dianggap asing, bukan penduduk asli, pendatang.

Dan pintu masuk cerita yang saya gunakan selalu sama, ketika kami berhenti di sebuah stasiun kereta api bawah tanah bernama Arsenal. Sebuah stasiun kereta api di jalur bernama Piccadilly yang melayani London Utara menembus pusat kota dan berujung di bandar udara Heathrow di London Barat. Hanya sebuah stasiun kecil, sepi, terjepit (dalam arti yang sesungguhnya) di antara deretan rumah penduduk. Akan tetapi, menyebut keberadaan stasiun itu ke penggemar Tottenham, itulah tumpahan minyak abadi bagi api yang terus mengingatkan akan hilangnya sebuah wilayah yang direbut pendatang dan tak akan pernah lagi kembali.

Stasiun Arsenal itu dulunya bernama Gillespie Road. Namun di tahun 1932 jawatan kereta api London, tunduk di bawah tekanan pengurus Arsenal FC, mengganti namanya menjadi Arsenal. Untuk memenuhi persyaratan resmi penggantian nama itu, jawatan kereta api London bahkan harus memperbaharui semua peta kereta api yang ada di setiap stasiun kereta api di London. Kini, satu-satunya yang mengingatkan nama asli stasiun itu hanyalah mural bertuliskan Gilespie Road di dinding dalam peron stasiun yang untuk alasan cagar budaya tidak boleh diganti.

Pengurus Arsenal memang menginginkan pergantian itu agar asosiasi kewilayahan mereka termantabkan, termaktubkan abadi setelah pindah dari Plumstead tahun 1913. Mereka sadar, bagaimanapun mereka adalah pendatang dan harus mencari cara untuk menancapkan akar kewilayahan mereka. Pergantian nama stasiun adalah salah satu wujudnya.

Mereka berhasil. Jarangnya rumah penduduk di daerah itu puluhan tahun silam membuatnya seperti hanya melayani Highbury, kandang Arsenal saat itu, yang berjarak tak lebih dari seratus langkah dari stasiun. Stasiun Arsenal seperti satu-satunya alasan untuk melayani klub Arsenal. Bahkan hingga kini stasiun Arsenal merupakan satu-satunya stasiun kereta api dengan nama mengikuti nama sebuah klub sepakbola.

Tottenham tentu saja sekuat tenaga berusaha untuk mencegah pergantian nama itu. Mereka khawatir dan paham gelagat, pergantian nama itu adalah sebuah simbol: Arsenal yang sebelumnya dianggap tamu tak diundang dari seberang selatan Sungai Thames telah menancapkan kuku dan akan menetap selamanya.

Sejarah membuktikan langkah Arsenal maupun kekhawatiran Tottenham benar adanya. Penamaan itu seperti memberi keabsahan kewilayahan bagi Arsenal, keabsahan bahwa mereka bukan lagi pendatang, keabsahan bahwa mereka berhak untuk hidup dan berkembang di tempat itu dan sekitarnya. Dengan pengukuhan nama stasiun itu, sebelum persoalan dibawa ke lapangan bola, Tottenham sudah ketinggalan skor 0-1.

Anda pasti mengerti, mentalitas orang Inggris ini sebenarnya insular -- dari kata Latin insularis, lalu menjadi insula dan kemudian menjadi kata dasar bahasa Inggris island (pulau). Sebuah kata sifat yang menggambarkan sikap yang abai, tidak tertarik dengan budaya dan pemikiran orang lain, tidak tertarik dengan yang ada di luar jagat kehidupan mereka ataupun wilayah pengalaman kelompok lain.

Sifat ini terbentuk karena Inggris Raya pada dasarnya adalah sebuah pulau yang terpisah dari negara-negara sekitarnya. Laut menjadi benteng dari hiruk pikuk yang terjadi di Eropa Daratan. Segala sesuatu (nilai-budaya-pemikiran-agama) yang datang dari luar kepulauan Inggris Raya selalu seperti ter-Inggris-kan terlebih dahulu sebelum diterima masyarakat kebanyakan. Harus ada cengkok khas Inggrisnya.

Bukan berarti Inggris tidak mengalami pergolakan dan apa yang terjadi di negara tetangga tidak berimbas. Namun laut yang mengelilingi Inggris memberi situasi yang relatif stabil sejak negara ini bersatu sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Bandingkan dengan Eropa daratan yang terus saja bergolak hingga sekarang: eksperimen politik yang tidak pernah selesai --dengan Uni Eropa-nya misalnya, batas wilayah kenegaraan yang terus menerus berubah-ubah-- bahkan hingga abad 20 ketika Perang Dunia I pecah hingga keruntuhan Uni Soviet, bersatunya Jerman dan pecahnya Balkan.

Tak heran kalau warga Inggris ini selalu curiga dengan pendatang dan segala sesuatu yang berbau asing-dari luar. Bagi mereka persoalan kepemilikan dan kemandirian wilayah adalah segalanya. Yang dari luar selalu saja hanya membawa persoalan. Keengganan Inggris untuk secara penuh masuk ke Uni Eropa ataupun melepas poundsterling ketika anggota Uni Eropa menerima (mata uang) euro, sedikit banyak didasari oleh mentalitas insular ini. Seberapapun mereka memerlukan Eropa sebagai mitra bisnis, politik dan pertahanan tetap saja mereka curiga Eropa (asing-luar) adalah ancaman.

Tetapi kembali ke persoalan Tottenham, kalau di zaman sekarang saja insularitas masih mewarnai sikap pemerintah Inggris, maka bisa dibayangkan ketika puluhan tahun silam Arsenal berhasil mengubah nama stasiun Gillespie Road menjadi Arsenal. Persoalan insularitas ini bukan hanya di tingkat negara, tetapi juga di tingkat yang lebih kecil. Antarkota, antarwilayah dalam satu kota, antaretnis, antarklub sepakbola dan seterusnya dan sebagainya.

Bagi Tottenham kedatangan Arsenal hanyalah pembawa persoalan yang terbukti bebannya masih saja mereka tanggung hingga sekarang. Apalagi kalau dikaitkan dengan prestasi yang untuk 20 tahun terakhir Arsenal boleh dikatakan berada di atas mereka. Untuk mengatakan raja di kampung sendiri saja Tottenham tidak bisa melakukannya.

Bagi Tottenham Arsenal selalu dianggap tak lebih klub London Tenggara yang menumpang di tanah mereka. Pendatang. Asing. Tak peduli walau Arsenal telah berada di London Utara selama 100 tahun dan mengurat akar, jauh lebih lama dibanding keberadaan di Plumstead yang hanya 27 tahun.

Anda mungkin menganggap cerita saya ini berlebihan. Tetapi tahukah anda bahwa hingga detik ini pendukung Tottenham tetap menyebut stasiun Arsenal dengan Gilespie Road dalam pembicaraan sehari-hari? Tahukah juga anda bahwa ketika di tahun 2006 Arsenal boyongan dari Highbury ke Emirates, yang jaraknya hanya sepelemparan baru itu, pendukung Tottenham mengajukan petisi meminta pemerintah London untuk mengembalikan nama stasiun Arsenal kembali ke Gilespie Road?

Permintaan itu tak digubris pemerintah London. Mereka (pemerintah London) seperti mengatakan, "Kamu lihat itu lapangan bola. Masuk sana dan buktikan kalau kamu memang pemilik London Utara."

Sumber